Hiruk pikuk dan tangis haru para santri kls 6 angkatan perdana Ponpes Daarel Hasanah Islamic Boarding School, pada acara haflatuttakhrij (wisuda) memecah langit, wisuda perdana tersebut digelar pada hari rabu, 01 mei 2019 dari jam 07.30 s/d 12.30 WIB dan dihadiri oleh unsur Muspika Kec. Jawilan, Para Alim Ulama, Para Kiai, Ketua Pencaksilat  Pagar Nusa Provinsi Banten Moh. Nasir, S.Pd.I, Para Penilik Dinas Pendidikan Kab. Serang, Para Kepala Sekolah SMP/MTs, SD/MI wilayah jawilan, juga hadir dan memberikan tausiah Mudir Ponpes Daarul Falah Carenang Drs. KH. A. Khudlori, MM, M.Pd serta hadir para tamu undangan lainnya.

Wisuda perdana di Daarel Hasanah ini disebut dengan Ashabul Kahfi karna jumlah peserta wisudawan/wisudawati nya hanya ada 7 orang (4 putra dan 3 putri) yaitu Ahmad Rosyid (Kp. Lame – Kopo), Rahmat Hidayatullah (Kp. Masigit – Kopo), Sutisna (Kp. Sebe Kramat – Kopo), M. Rifki (Kp. Pasirsalam – Pamarayan),  Siti Sopiah (Kp. Pasirlaban-Jawilan), Sinta Kurniasih (Kp. Lame – Kopo), dan Sunaeti (Kp. Rancapuyuh – Kopo). Ketua Presidium haflah Ust. Sutami, S.Pd.I mengatakan ucapan terimakasih yang mendalam atas kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan putra/putrinya di ponpes Daarel Hasanah hingga diwisuda, serta meminta maaf atas segala kekurangan semoga ilmu yang didapat bermanfaat untuk Agama, Bangsa dan Negara ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh mudir Daarel Hasanah Islamic Boarding School KH. Bakroni Latar, S.Pd.I, Lc, MM dalam nasehatnya bahwa proses perjalanan pendidikan kalian selaku santri masih panjang, selesainya pendidikan di Ponpes Daarel Hasanah bukan berarti selesai belajar, namun malah ini awal baru untuk dapat belajar lebih terbuka dengan masyarakat, mondok itu sampe RABI (sampe punya istri/suami), namun belajar sampai mati, artinya bahwa hanya pada batas waktu tertentu waktu usia kita dipake mondok namun kajian belajar mesti tetap berjalan terus sampai kita tutup usia, kemudian juga beliau menegaskan bahwa kami disini bukan sedang membangun gedung namun kami disini sedang membangun generasi tandasnya.

Juga dalam tausiahnya mudir Ponpes Daarul Falah Carenang KH. A. Khudlori, MM, M.Pd mengatakan bahwa Ijazah kalian yang sesungguhnya adalah bagaimana pengabdian kalian terhadap masyarakat, bukan berupa nilai/angka-angka yang ada pada secarik kertas yang disebut dengan Syahadah/Ijazah, bagaimanapun mengajari ngaji walau hanya pada dua orang santri itu lebih mulia ketimbang dengan bekerja dipabrik yang gajinya sangat menjanjikan.

Harapan semua keluarga besar ponpes Daarel Hasanah pada usia pondok yang ke 3 tahun ini mudah mudahan pondok Daarel Hasanah semakin berkembang, berkualitas dan memberikan lebih banyak manfaat kepada masyarakat terlebih untuk terus membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, amiin.

Leave a Comment